Eko Supriyanto , pengrajin kayu trembesi

Eko Supriyanto telah memproduksi berbagai furnitur yang terbuat dari trembesi dengan harga bervariasi. Rp 4 juta dijual untuk sejumlah meja makan selebar 2 meter, sementara 5 juta dijual dengan harga 3 meter Rp. Kursi-kursi tersebut dijual tergantung pada modelnya seharga Rp 175.000 hingga Rp 250.000.

Banyak pesanan dari Eko datang dari Jakarta dan Jawa Timur. Selain itu, sekitar 10 meja makan diekspor ke Malaysia setiap bulan.

Eko tidak hanya mengolah furnitur atau produk furnitur, tetapi juga trembesi kayu ke produk kerajinan lain seperti patung dewi Kwan Im. Patung keturunan Cina ini dijual dengan harga 400.000 rupee – 500.000 rupee dengan ketinggian 50 cm – 60 cm. Ada juga patung berbentuk elang senilai 1,7 juta rupee dengan ketinggian 1,4 m-1,5 m.

Setiap bulan dia bisa mengirim lima patung elang ke Korea. Dengan berbagai bisnis kayu Trembesi, Eko dapat mencapai omset 20 juta rupee per bulan.

Kayu trembesi memiliki nilai estetika yang tinggi karena memiliki serat kasar. Serat kasar ini menyulitkan proses etsa kayu Trembesi. “Kami membutuhkan banyak kewaspadaan dalam ukiran kayu trembesi,” kata Eko.

Jika ukiran dilakukan dengan hati-hati dan tidak sengaja, kayu Trembesi dapat merusak dan merusak furnitur. Struktur kayu mentah ini juga membedakan kayu Trembesi dari jati. Jati lebih mudah dipahat karena kuat. “Jati bisa dengan mudah diukir, tetapi tidak merusak kayunya,” kata Eka Andrianto, pemilik Green Wood di Solo.

Ada dua jenis kayu Trembesi di pasaran yang biasa digunakan oleh pembuat furnitur. Yang pertama adalah perusahaan trembesi dalam bentuk kayu asli. Yang kedua adalah kayu batang atau apa yang disebut kayu campuran trembesi.

Sebelum digunakan sebagai bahan baku furnitur, kayu Trembesi digergaji dalam bentuk yang diinginkan. Kemudian kayu ditaburi dengan bahan kimia berbasis minyak untuk membuat kayu lebih halus.

kayu suar , kayu yang diolesi dengan bahan kimia dipanaskan hingga kering, kemudian ditarik untuk dimodelkan dan dicetak. Proses pembuatan bahan baku kayu dapat dicetak dan dimodelkan selama satu hingga dua hari.

Sifat kayu Trembesi, yang tidak sekuat kayu jati, membuat harga kayu Trembesi sedikit lebih murah. Kandungan minyaknya tidak hanya mudah pecah, tetapi juga lebih rendah dari kayu jati. Kandungan minyak menentukan keawetan kayu. Semakin banyak minyak dalam kayu, semakin lama kayu itu tahan lama.

Kelemahan lain dari kayu Trembesi adalah fleksibilitas kayu yang lebih besar dibandingkan dengan kayu jati. Karena fleksibilitas ini, kayu Trembesi tidak cocok untuk konstruksi pintu. Ketika didorong ke pintu, kayu Trembesi membungkuk.


Karena kelemahan yang berbeda ini, kayu trembesi sangat populer di kalangan pengrajin kayu, menurut Eka, karena memiliki gaya yang baik. “Ada model cokelat, kuning dan hitam,” lanjut Eka.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *